Jumat, 26 Oktober 2018

Model Dan Macam Jenis Mata Bor Untuk Membuat Lubang Sumur Dalam

Banyak jenis dan model mata bor yang digunakan sebagai alat untuk membuat lubang sumur dalam dan berfungsi untuk menembus permukaan atau berbagai lapisan formasi tanah dengan cara diberikan beban. Berikut ini adalah beberapa type mata bor sumur yang berbeda sesuai dengan fungsinya.

  • Mata bor DRAG BIT


Jenis ini tidak memiliki bagian roda yang bergerak dengan gaya mengeruk ketika digunakan dan merupakan alat yang terbilang sudah lawas dan umumnya digunakan untuk melakukan pengeboran permukaan akan tetapi pada saat ini sudah banyak yang beralih ke model roller cone bit.
contoh mata bor Drag bit
Drag Bit
Model drag bit paling sering digunakan untuk membuat lubang pada lapisan formasi lunak sehingga memiliki nozzle jet untuk menyemprot blandernya agar selalu bersih dan lumpur mampu dengan mudah keluar dari rangkaian batang pipanya. Bagian mata tajamnya dibuat dari macam-macam baja paduan dan pada bagian muka (faced) yang keras umumnya diperkuat dengan tungsten carbide.
Masalah yang sering terjadi dengan alat bor sumur model ini adalah lubang pengeboran sumur tidak bisa lurus (bengkok) serta menghasilkan diameter yang kurang simetris tanpa adanya pemadatan pada bagian sisi lubang.

  • Mata bor ROLLER CONE


Roller Cone 
Model ini memiliki bagian kerucut yang dapat bergerak memutar dan berfungsi menghancurkan lapisan bebatuan sehingga paling tepat untuk menembus atau membuat lubang sumur dalam bahkan perusahaan pengeboran minyak juga sering menggunakan mata bor jenis Roller-Cone.
Dengan memiliki mata gigi yang berbeda beda pada setiap bit nya menyesuaikan pada kegunaan jika untuk mengebor lapisan batuan lunak maka memiliki yang bergigi panjang serta jumlah gigi yang sedikit. Begitu sebaliknya jika untuk batuan keras memilih mata bor dengan gigi pendek dan rapat. Sedangkan bagian paling tajam di bedakan lagi menurut komposisi materialnya yaitu Steel tooth bit (Milled tooth bit) dan Insert bit (Tungsten carbite bit)Gigi-gigi dibuat dari karbit tungsten yang tahan keausan. Biasanya mata bor jenis ini digunakan untuk menembus lapisan yang paling keras atau paling abrasif.

  • Mata bor DIAMOND BIT


Diamon Bit
Pembuatan lubang sumur dengan menggunakan mata bor jenis ini sifatnya bukan mengeruk atau gigi berputar melainkan dengan cara menggores permukaan karena butir butir intan yang terpasang pada sebuah besi sehingga hasil pengeboran berlangsung sangat lambat. Penggunaan metrial intan masih banyak di pilih hingga saat ini karena merupakan zat padat yang dianggap paling tahan goresan serta paling keras melebihi baja.
Kelebihan mata bor jenis DIAMOND BIT adalah memiliki usia pakai yang lebih awet namun pada era belakangan ini sudah sangat jarang digunakan hanya karena laju proses pengeboran yang kalah cepat oleh model mata bor Roller-Cone.

Jenis dan Fungsi RIG

Apa yang berhubungan dengan Rig (Pengeboran)? Rig adalah peralatan yang digunakan untuk melakukan pengeboran (reservoir) di bawah tanah untuk menemukan minyak bumi, gas atau mineral-mineral di bawah tanah lainnya.

Pada bagian ini akan dijelaskan jenis dan fungsi dari RIG yang berkaitan erat dengan drilling terutama dunia perminyakan.  Dalam dunia perminyakan itu sendiri, kita mengenal yang namanya sumur. Bagaimana sumur-sumur minyak itu dapat terbentuk?  Pembuatan sumur minyak tidak lepas dari peralatan yang namanya Rig. Apa yang dimaksud dengan Rig?  Rig adalah sekumpulan peralatan yang digunakan untuk melakukan pengeboran terhadap sumur (minyak, geothermal, dll).  Peralatan utama Rig adalah sebuah menara yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan pipa-pipa tubular pada sumur.

Rig terbagi atas 2 (dua) macam, yaitu  :


  1. OFF SHORE RIG, Rig ini pada umumny
    a dioperasikan pada permukaan air seperti laut, sungai, danau, permukaan rawa.
  2. ON SHORE RIG, Rig ini pada umumnya dioperasikan di daerah daratan.  Rig daratan pada umumnya di desain portable guna memudahkan untuk pemasangan dan pembongkaran.  Untuk mobilisasi jenis Rig ini, digunakan alat angkut jenis trailler.  Penggunaan dari Rig (dalam skala kecil) yakni untuk Well Service Maintenance dan Work Over.  Sedangkan untuk skala yang lebih besar umumnya digunakan untuk operasional vertical drilling.
 OFF SHORE RIG, terbagi atas 6 (enam) kategori, yaitu  :
  1. SWAMP BARGE RIG, Rig ini merupakan jenis rig laut yang beroperasi untuk kedalaman antara 7-15 feet (laut dangkal) dan pada umumnya dipakai untuk daerah rawa ataupun sungai.  Pengoperasian Rig jenis ini iyakni dengan mengisi “ballast tank” menggunakan air agar posisinya tenggelam dan duduk didasar laut dan “spud can” juga menancap di dasar laut.  Agar terhindar dari resiko terjadinya pergeseran “ballast tank” akibat adanya arus laut yang kuat, maka “ballast tank” harus diikat pada tiang yg sudah dipersiapkan.  Kesalahan akibat ketidakstabilan posisi dan terjadi pergeseran pada Rig, maka akan sangat beresiko terutama pada sumur.
  2. TENDER BARGE RIG, jenis Rig ini sama dengan jenis SWAMP BARGE, perbedaannya terdapat pada kedalaman diatas 10 – 30  meter.
  3. JACK UP RIG, Rig jenis ini yang banyak digunakan pada pengeboran lepas pantai dengan kedalaman operasi 15 – 250 feet.  Rig ini memiliki badan rig atau sering disebut platform.  Platform ini berdiri diatas permukaan air, yang ditopang oleh kaki-kaki (biasanya terdiri dari 3 atau 4 kaki) yang terbuat dari baja. Saat dioperasikan, kaki-kaki baja tersebut berpijak pada dasar laut.   Setelah itu platform tersebut kemudian diangkat keatas permukaan air.  Saat mobilisasi, maka kaki-kaki baja tersebut kemudian diangkat, sehingga badan rig (platform) tersebut mengapung diatas permukaan air. Saat terapung, maka plaform dapat mudah dimobilisasi dengan cara ditarik menggunakan kapal jenis tug boat.  Rig jenis ini bisa dipakai untuk melakukan pengeboran sumur-sumur eksplorasi.
  4. DRILLING JACKET, jenis Rig ini lebih sering digunakan pada permukaan laut dangkal dan tenang. Serta dapat dikombinasi dengan jenis rig lainnya.
  5. SUBMERSIBLE RIG, Rig jenis ini adalah jenis yang mengapung dan memiliki hull pada platform-nya.  Untuk menjaga kestabilan posisi yang diinginkan, maka Rig ini dilengkapi dengan jangkar yang disangkutkan didasar laut.  Selain itu peralatan pendukung berupa baling-baling yang berada disekelilingnya serta sistem keseimbangan (ballast control system) yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan dan atau posisi agar  selalu berada diatas permukaan air.  Dengan struktur tersebut, maka Rig jenis ini sering digunakan pada lokasi laut dalam yang memiliki ombak besar dan sanggup menjangkau permukaan dasar laut.  Kedalaman pengoperasiannya diatas 250 feet.
  6. DRILL SHIP RIG, Rig jenis ini banyak digunakan untuk melakukan pengeboran pada kedalaman lebih dari 3000 meter.  Rig ini ditempatkan diatas kapal laut sehingga mendukung untuk mobilitas tinggi dan sanggup beroperasi pada lokasi yang jauh dari daratan.  Penempatan tower  berada diatas kapal yang pada bagian bawah kapal dalam kkondisi terbuka ke laut.
Fungsi dari Rig terdiri dari 2 (dua) macam yaitu :
  1. DRILLING RIG, fungsi dari Rig ini adalah untuk melakukan pembuatan sumur baru, memperdalam sumur lama, sert untuk membuat percabangan sumur.
  2. WORK OVER RIG, fungsinya untuk melakukan perawatan, perbaikan, atau untuk digunakan menutup sumur.

Berkaitan dengan masalah Rig, maka terdapat beberapa komponen utama untuk menunjang operasional Rig, diantaranya :
  1. HOISTING SYSTEM, komponen ini terdiri dari draw works (hoist), mast/derrick, crown lock, block travelling, drilling line (wire rope).  Fungsi dari hoisting system adalah untuk menaikkan dan menurunkan kedalam lubang sumur peralatan berupa : pipa bor, completion equipment, pipa produksi.
  2. ROTARY SYSTEM, adalah komponen rig yang berfungsi untuk memutar pipa yang terdapat dalam sumur.  Sedangkan pada pemboran konvensional, pipa pemboran berfungsi untuk memutar drill bit untuk penggalian sumur.
  3. CIRCULATION SYSTEM, berfungsi untuk mengsirkulasikan fluida yang masuk/keluar dalam sumur guna menjaga agar lumpur yang dihasilkan dari hasil pengeboran adalah sesuai.  Peralatan yang digunakan untuk mendukung sistem sirkulasi yang baik adalah penyediaan pompa yang bertekanan tinggi untuk memompakan lumpur agar dapat keluar/masuk ke dalam sumur.  Sedangkan pompa yang bertekanan rendah juga diperlukan untuk mensirkulasikan lumpur yang ada di permukaan.  Selain itu juga diperlukan peralatan-peralatan penunjang seperti Degasser, Shale Sakker, Desander dan Desilter.
  4. BLOWOUT PREVENTION, komponen ini berfungsi untuk mencegah terjadinya ledakan pada sumur yang disebabkan adanya pressure yang tinggi yang berasal dari dalam sumur.  Blowout Preventer aalah komponen yang dipasang pada kepala sumur (Headwell).  Blowout Preventer terdiri dari berbagai macam valve.
  5. POWER SYSTEM, komponen ini berfungsi untuk menggerakan semua komponen Rig (hoisting, rotary, circulation) dan sebagai sumber arus listrik.  Untuk menunjang operasional pengeboran, maka dibutuhkan pembangkit listrik (generator) dengan kapasitas besar.  Besarnya kapasitas power yang dibutuhkan, tergantung dari seberapa besar kedalaman sumur yang akan dibor.  Besaran dan kemampuan sebuah Rig tergantung dari seberapa besar tenaga yaang dihasilkan.  Untuk Rig yang berukuran besar rata-rata memiliki kemampuan diataas 4000 Hp (horsepower).

Pengertian Sumur Bor

SUMUR ialah lubang atau liang yang dibuat ke dalam tanah untuk memperoleh air, minyak, air garam, gas, maupun informasi mengenai keadaan tanah. Sumur dapat berupa sumur galian yang kemudian dilengkapi dengan timba, terowongan miring, atau sumur bor yang kemudian dilengkapi dengan pompa penyedot. Sumur bor yang tidak perlu dilengkapi dengan pompa karena airnya akan menyembur keluar disebut sumber artesis buatan.
Sumur bor adalah salah satu jenis sumur buatan yang dibuat dengan bantuan alat bor untuk mencapai kedalaman sumur yang cukup sehingga akan bertemu dengan sumber air tanah yang melimpah. Suplai air pada dasarnya sangat melimpah karena sebagian besar bumi ini memiliki wilayah perairan yang lebih luas daripada daratan.


Kelebihan Sumur Bor :

  1. Proses Pembuatan Cepat Proses pembuatan sumur bor yang lebih cepat karena dikerjakan dengan Bantuan mesin dan penggunaan tenaga yang lebih minimal sehingga tidak terlalu banyak orang yang mengerjakannya.
  2. Penentuan Kedalaman Sumur Lebih Mudah Untuk penentuan ke dalaman sumber airnya sendiri juga lebih mudah karena semua prosesnya sudah menggunakan bantuan alat yang lebih canggih dan modern.
  3. Penggunaan Tempat yang Lebih Kecil Untuk tempat peletakkan pembuatan sumur bor sendiri juga tidak terlalu banyak memakan tempat karena penggunaan sumur bor akan memakan diameter yang lebih kecil dibanding dengan penggunaan sumur gali. Si pemilih bahkan dapat meletakkan pembuatan sumur bor di dalam rumah karena penggunaan diameter tanah yang tak terlalu luas.
  4. Tidak Mudah Mengalami Pencemaran Salah satu kelebihan dari penggunaan sumur br adalah tidak mudahnya terkena pencemaran yang ada di sekitarnya. Penggunaan pipa pvc dan juga di tambah dengan penggunaan pipa galvanis juga menambah keamanan tersendiri untuk sumur yang tidak akan mudah tercambut dengan bahan material lainnya.

Kekurangan Sumur Bor :

  • Biaya Lebih Mahal Karena pembuatannya yang dikerjaan dengan bantuan alat yang lebih canggih sekaligus penggunaan bahan lain seperti mesin pompa sanyo, pipa dan sebagainya membuat biaya pembuatan sumur bor lebih mahal jika dibanding dengan sumur gali.

  • Penggunaan Mesin Pompa yang Lebih Mahal

Pengeboan yang dilakukan pada jenis sumur bor memang dilakukan lebih dalam, sehingga untuk menaikkan debit air ke atas permukaan maka harus menggunakan mesin pompa jet pum dengan kualitas terbaik. Semakin tinggi pengeboran tanah yang dilakukan maka semakin besar pula tenaga yang akan dikeluarkan oleh mesin pompa tersebut. Maka dari tu penggunaan jenis pompa berkualitas akan menambah ketahanan dari sumur bor yang bisa anda gunakan sebagai pemenuhan stok air untuk kebutuhan sehari-hari.

***TOTAL BOR***

Badan Usaha
Total Bor, berdiri sebagai sebuah usaha yang berfokus di bidang SUMUR BOR & BORE PILE dan lain-lain. yang telah banyak melakukan pengeboran baik kebutuhan Pribadi, proyek swasta maupun pemerintahan. kami menawarkan jasa pengeboran untuk pribadi ataupun instansi pemerintah dan perusahaan swasta. Dan kami adalah salah satu pemegang SIPPAT ( surat izin pengeboran air tanah) yang terdaftar di Dinas Pertambangan Sumatera Selatan dan PTSP (perizinan terpadu satu pintu)

Company profile ini di buat sebagai dasar pertimbangan, penawaran, kerja sama dan informasi produk yang dapat di kerjakan oleh usaha kami.  pengalaman kerja sama yang telah kami bangun dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi perusahaan atau instansi bapak / ibu untuk memberikan kepercayaan kepada kami.

Semoga company profile perusahaan kami dapat memberikan wacana dan pertimbangan untuk menjalin kerja sama yang baik. 
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih atas kesempatan bapak / ibu menerima dan membaca company profile ini dan kami harapkan kerjasamanya. 


Hormat kami

DTO

BUDI IRAWAN
Total Bor